Dashboard
Bank LP
0
Riwayat ASKEP
0
SPO NurseJiwa
0
Standar Prosedur (SPO)
0
Bank Soal Jiwa
0
Panduan TAK
0
Referensi Obat
0
Instrumen Klinis
0
Peluncur Cepat (Quick Launch)
Distribusi Diagnosa
Tren Laporan (6 Bulan)
Diagnosis Digital NurseJiwa
PETUNJUK TEKNIS (JUKNIS) - PENGKAJIAN AWAL:
Gunakan menu ini sebagai Tahap Pertama (Observasi Nyata) saat Anda berhadapan langsung dengan pasien di bangsal. Input identitas asli, Anamnesa (Keluhan Utama), dan Tanda Vital. Seluruh data pasien akan disimpan otomatis dan terhubung (autofill) ke menu ASKEP.
I. IDENTITAS KLIEN
2. Usia & No RM: Lihat catatan Rekam Medis (RM).
3. Sumber Data: Tuliskan informan (Pasien, Keluarga, atau Status Pasien) dari mana data didapat.
II. ALASAN MASUK
1. Apa yang menyebabkan klien / keluarga datang ke Rumah Sakit saat ini?
2. Apa yang sudah dilakukan oleh keluarga untuk mengatasi masalah ini?
3. Bagaimana hasilnya?
III. FAKTOR PREDISPOSISI
2. Hasil pengobatan: Berhasil (bisa adaptasi di masyarakat), Kurang berhasil (dapat adaptasi tapi gejala sisa ada), Tidak berhasil (gejala menetap/bertambah).
3. Aniaya / Trauma: Kaji apakah klien sebagai Pelaku, Korban, atau Saksi pada: Fisik, Seksual, Penolakan, KDRT, Kriminal. Isi usia saat kejadian.
4. Riwayat Keluarga: Tanyakan jika ada anggota keluarga (minimal 3 generasi) yang mengalami gangguan jiwa, kaji hubungan, gejala, dan pengobatannya.
5. Pengalaman Tidak Menyenangkan: Kegagalan, kehilangan, perpisahan, kematian, atau trauma tumbuh kembang.
| Jenis Trauma | Pelaku | Korban | Saksi |
|---|---|---|---|
| Aniaya Fisik | |||
| Aniaya Seksual | |||
| Penolakan | |||
| Kekerasan RT | |||
| Tindakan Kriminal |
IV. FISIK
2. Antropometri: Ukur Tinggi Badan (TB) dan Berat Badan (BB).
3. Keluhan Fisik: Tanyakan keluhan fisik yang dirasakan klien saat ini.
4. Pemeriksaan Sistem: Kaji lebih lanjut sistem organ dan jelaskan secara detail jika ditemukan gangguan atau keluhan.
V. PSIKOSOSIAL
2. Konsep Diri:
- Gambaran diri: Persepsi/sikap thd tubuh (ukuran, bentuk, fungsi).
- Identitas: Kepuasan thd status/posisi (sebagai pria/wanita, pekerjaan, dll).
- Peran: Tugas yang diemban dan kemampuan menjalankan tugas tsb.
- Ideal diri: Harapan thd penyakit/lingkungan (apa yang diinginkan terjadi).
- Harga diri: Hubungan dengan orang lain & penilaian thd diri sendiri.
3. Hubungan Sosial: Siapa orang berarti (tempat mengadu/curhat)? Kelompok yang diikuti? Sejauh mana keterlibatan?
4. Spiritual: Nilai/Keyakinan (pandangan thd penyakit/Tuhan) & Kegiatan ibadah (individu/kelompok).
VI. STATUS MENTAL
1. PENAMPILAN (Observasi perawat/keluarga)
a. Tidak rapi: Jika dari ujung rambut sampai kaki ada yang tidak rapi (rambut acak-acakan, kancing tidak tepat, resleting terbuka, baju terbalik, baju tidak diganti).
b. Pakaian tidak sesuai: Misal pakaian dalam dipakai di luar baju.
c. Cara berpakaian tidak seperti biasa: Penggunaan pakaian tidak tepat (waktu, tempat, identitas, situasi/kondisi).
d. Jelaskan hal-hal lain yang ditampilkan klien.
2. PEMBICARAAN
a. Amati: Apakah cepat, keras, gagap, membisu, apatis, dan atau lambat.
b. Inkoheren: Pembicaraan berpindah-pindah dari satu kalimat ke kalimat lain yang tak ada kaitannya.
c. Jelaskan hal-hal yang tidak tercantum.
3. AKTIVITAS MOTORIK (Observasi)
a. Lesu, tegang, gelisah (sudah jelas).
b. Agitasi: Gerakan motorik yang menunjukkan kegelisahan.
c. Tik: Gerakan kecil pada otot muka yang tidak terkontrol.
d. Grimasen: Gerakan otot muka berubah-ubah tak terkontrol.
e. Tremor: Jari gemetar ketika klien menjulurkan tangan.
f. Kompulsif: Kegiatan berulang-ulang (cuci tangan, mandi, dll).
4. ALAM PERASAAN (Observasi)
a. Sedih, putus asa, gembira berlebihan (sudah jelas).
b. Ketakutan: Objek yang ditakuti sudah jelas.
c. Khawatir: Objeknya belum jelas.
5. AFEK (Observasi)
a. Datar: Tidak ada perubahan roman muka saat stimulus senang/sedih.
b. Tumpul: Hanya bereaksi bila ada stimulus emosi yang kuat.
c. Labil: Emosi yang cepat berubah-ubah.
d. Tidak Sesuai: Emosi bertentangan dengan stimulus yang ada.
6. INTERAKSI SELAMA WAWANCARA
a. Bermusuhan, tidak kooperatif, mudah tersinggung (sudah jelas).
b. Kontak mata kurang: Tidak mau menatap lawan bicara.
c. Defensif: Berusaha mempertahankan pendapat dan kebenaran dirinya.
d. Curiga: Sikap/perasaan tidak percaya pada orang lain.
7. PERSEPSI
a. Jenis halusinasi (Dengar, Lihat, Raba, Kecap, Penghidu/Penciuman).
b. Jelaskan isi halusinasi, frekuensi, gejala yang tampak saat halusinasi.
8. PROSES PIKIR (Wawancara & Observasi)
a. Sirkumstansial: Berbelit-belit tapi sampai pada tujuan.
b. Tangensial: Berbelit-belit tapi TIDAK sampai pada tujuan.
c. Kehilangan Asosiasi: Tak ada hubungan antar kalimat, klien tidak menyadari.
d. Flight of Ideas: Meloncat dari satu topik ke topik lain, hubungan tidak logis, tidak sampai tujuan.
e. Blocking: Terhenti tiba-tiba tanpa gangguan eksternal.
f. Perseverasi: Pembicaraan diulang berkali-kali.
9. ISI PIKIR
a. Obsesi: Pikiran selalu muncul walau berusaha dihilangkan.
b. Phobia: Ketakutan patologis/tidak logis terhadap objek/situasi.
c. Hipokondria: Keyakinan gangguan organ tubuh yang sebenarnya tidak ada.
d. Depersonalisasi: Perasaan asing terhadap diri sendiri/lingkungan.
e. Ide Terkait: Keyakinan kejadian lingkungan terkait pada dirinya.
f. Pikiran Magis: Keyakinan melakukan hal mustahil.
g. WAHAM:
• Agama: Keyakinan agama berlebihan, berulang, tak sesuai kenyataan.
• Somatik: Keyakinan tentang tubuh, berulang, tak sesuai kenyataan.
• Kebesaran: Keyakinan kelebihan kemampuan, berulang, tak sesuai kenyataan.
• Curiga: Keyakinan orang lain hendak merugikan, berulang, tak sesuai kenyataan.
• Nihilistik: Yakin dirinya sudah tidak ada/meninggal, berulang.
• WAHAM BIZAR: Sisip Pikir (ide orang masuk), Siar Pikir (orang tahu pikirannya), Kontrol Pikir (dikontrol kekuatan luar).
10. TINGKAT KESADARAN
a. Bingung: Tampak bingung dan kacau.
b. Sedasi: Merasa melayang-layang antara sadar/tidak sadar.
c. Stupor: Kekakuan motorik, gerakan diulang, sikap canggung dipertahankan, tapi mengerti lingkungan.
d. Orientasi: Waktu, tempat, orang.
11. MEMORI
a. Jangka Panjang: Kejadian > 1 bulan.
b. Jangka Pendek: Kejadian 1 minggu terakhir.
c. Saat ini: Kejadian yang baru saja terjadi.
d. Konfabulasi: Memasukkan cerita tidak benar untuk menutupi gangguan daya ingat.
12. TINGKAT KONSENTRASI & BERHITUNG
a. Mudah dialihkan: Perhatian mudah berganti objek.
b. Tidak mampu konsentrasi: Minta pertanyaan diulang/tak bisa jelaskan kembali.
c. Tidak mampu berhitung: Tak bisa tambah/kurang benda nyata.
13. KEMAMPUAN PENILAIAN
a. Ringan: Bisa ambil keputusan sederhana dengan bantuan.
b. Bermakna: Tidak mampu mengambil keputusan walaupun dibantu.
14. DAYA TILIK DIRI (INSIGHT)
a. Mengingkari penyakit: Merasa tidak sakit & tidak butuh pertolongan.
b. Menyalahkan hal luar: Menyalahkan orang lain/lingkungan atas kondisinya.
Centang tanda dan gejala tambahan (Mapping SDKI) di bawah ini:
VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG
2. Istirahat/Tidur: Kaji lama tidur siang & malam, serta kegiatan sebelum/sesudah tidur.
3. Penggunaan Obat: Kaji pengetahuan klien tentang 5 Benar (Obat, Dosis, Pasien, Cara, Waktu).
4. Pemeliharaan Kesehatan: Kaji sistem pendukung dan perawatan lanjutan.
5. Kegiatan Rumah: Menyiapkan makanan, mencuci pakaian, mengatur keuangan.
6. Kegiatan Luar Rumah: Belanja, transportasi, aktivitas di masyarakat.
VIII. MEKANISME KOPING
Maladaptif: Cara negatif yang merugikan (Amuk, minum alkohol, bekerja berlebihan, menghindar, mencederai diri).
IX. MASALAH PSIKOSOSIAL & LINGKUNGAN
1. Kelompok: Masalah dengan teman, tetangga, atau lingkungan sekitar.
2. Pendidikan/Pekerjaan: Putus sekolah, pengangguran, atau konflik di tempat kerja.
3. Ekonomi: Masalah keuangan/biaya hidup.
4. Pelayanan Kesehatan: Masalah jarak, biaya, atau kualitas layanan.
5. Lainnya: Masalah hukum, perumahan, dll.
X. PENGETAHUAN KURANG TENTANG
1. Penyakit Jiwa: Pengertian, gejala, penyebab.
2. Sistem Pendukung: Pemanfaatan fasilitas kesehatan.
3. Faktor Presipitasi: Hal yang memicu kekambuhan.
4. Mekanisme Koping: Cara penyelesaian masalah.
5. Obat-obatan: Manfaat, efek samping, dan pentingnya patuh obat.
XI. ASPEK MEDIK
Terapi Medik: Tuliskan psikofarmaka (obat jiwa) dan terapi lainnya beserta dosis dan rute pemberian.
Penilaian Risiko Bunuh Diri (SAD PERSONS Scale) Emergency Tool
• Skor 3 - 4: Risiko Sedang. Pengawasan ketat, pertimbangkan rawat inap.
• Skor 7 - 10: Risiko Sangat Tinggi. Rawat inap wajib / pengawasan ketat 24 jam.
Instrumen pengkajian cepat untuk mengukur tingkat risiko bunuh diri pada pasien. Centang kriteria yang ditemukan pada pasien.
Mental Status Examination Standardized MSE
JUKNIS PENGISIAN MSE (FIK-UI)
1. Penampilan:
- Tidak Rapi: Jika dari ujung rambut sampai ujung kaki ada yang tidak rapih. Misalnya: rambut acak-acakan, kancing baju tidak tepat, resleting tidak dikunci, baju terbalik, baju tidak diganti-ganti.
- Pakaian Tidak Sesuai: Misalnya: pakaian dalam dipakai di luar baju.
- Cara berpakaian tidak seperti biasanya: Jika penggunaan pakaian tidak tepat (waktu, tempat, identitas, situasi/kondisi).
- Jelaskan hal-hal yang ditampilkan klien dan kondisi lain yang tidak tercantum. Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data.
2. Pembicaraan: Amati apakah cepat, keras, gagap, membisu, apatis, lambat. Inkoheren: Pembicaraan berpindah-pindah dari satu kalimat ke kalimat lain yang tidak ada kaitannya.
3. Aktivitas Motorik:
- Agitasi: Kegelisahan motorik yang tinggi.
- Grimasen: Gerakan otot muka yang berubah-ubah yang tidak dapat dikontrol oleh klien.
- Tremor: Jari-jari yang tampak gemetar saat klien menjulurkan tangan.
- Kompulsif: Kegiatan yang dilakukan berulang-ulang.
4. Mood & Afek:
- Datar: Tidak ada perubahan roman muka pada saat ada stimulus yang menyenangkan atau menyedihkan.
- Tumpul: Hanya bereaksi bila ada stimulus emosi yang kuat.
- Labil: Emosi yang cepat berubah-ubah.
- Tidak sesuai: Emosi yang tidak sesuai atau bertentangan dengan stimulus yang ada.
- Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data.
5. Proses Pikir:
- Sirkumstansial: Berbelit-belit tapi sampai tujuan.
- Tangensial: Berbelit-belit tapi TAK sampai tujuan.
- Flight of ideas: Topik meloncat-loncat.
6. Insight (Daya Tilik):
- Drjt 1: Penyangkalan total.
- Drjt 3: Menyalahkan orang lain/luar.
- Drjt 6: Sadar sepenuhnya & ingin berubah.
FORMULIR MSE
Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) Clinical Scale
• Skor 14 - 20: Kecemasan Ringan.
• Skor 21 - 27: Kecemasan Sedang.
• Skor 42 - 56: Kecemasan Sangat Berat (Panik).
Skrining Klinis Pasien
Gunakan instrumen standar klinis (WHO/APA) untuk deteksi profil psikososial pasien secara akurat.
SRQ-20 (Umum)
Gejala Mental Emosional
GAD-7 (Ansietas)
Gangguan Kecemasan Umum
PHQ-9 (Depresi)
Skrining Tingkat Depresi
E-Psikoedukasi Perpustakaan
Materi edukasi kesehatan jiwa terstandar untuk meningkatkan literasi pasien dan keluarga.
Laporan Pendahuluan (LP) Academic Format
PETUNJUK TEKNIS (JUKNIS) - LAPORAN PENDAHULUAN (LP):
Menu ini khusus digunakan untuk menyusun kerangka teori medis (tugas akademik) sebelum observasi pasien. Berisi Konsep Dasar Penyakit, Clinical Pathway, dan Rencana Teori. Harap TIDAK menginput keluhan nyata / Tanda Vital spesifik pasien di menu ini.
IDENTITAS MAHASISWA
PETUNJUK TEKNIS (JUKNIS) - ASKEP (ASUHAN KEPERAWATAN):
Menu ini merupakan Tahap Akhir untuk merumuskan intervensi klinis dan mencetak (Print PDF). Pastikan Anda telah mengisi data dari menu 'Pengkajian Awal' agar identitas pasien otomatis terisi. Centang gejala (DS/DO) secara seksama agar algoritma menghasilkan diagnosa dan rencana SIKI/SLKI yang akurat.
Identitas Mahasiswa / Perawat
Tanda-Tanda Vital (TTV)
Gejala yang Ditemukan (Pilih Salah Satu atau Lebih)
SDKI Keperawatan Jiwa
| Kode | Diagnosa | Definisi |
|---|
SLKI (Outcome)
| Kode | Nama Luaran | Kriteria Hasil |
|---|
SIKI (Intervensi)
| Kode | Nama Intervensi | Tindakan (Observasi, Terapeutik, Edukasi) |
|---|
Panduan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK)
Standar Prosedur Operasional (SPO)
Riwayat Pengkajian Awal
Daftar riwayat pengkajian awal yang telah disimpan. Anda dapat melihat kembali, mengedit, atau menghapus riwayat ini.
Riwayat ASKEP Pasien
Referensi Psikofarmaka
| Nama Obat | Jenis | Dosis Umum | Indikasi | Efek Samping |
|---|
Kalkulator Dosis Psikofarmaka
Gunakan alat ini untuk menghitung jumlah obat (tablet/liquid) yang harus diberikan berdasarkan dosis yang diminta dokter dan sediaan yang tersedia.
Instrumen Pengkajian Klinis
Latihan Soal Keperawatan Jiwa
Persiapan Ujian & Review Klinis
Uji pemahaman Anda mengenai asuhan keperawatan jiwa, prinsip keselamatan, dan intervensi krisis. Soal diambil dari bank data kasus nyata.
Pengaturan & Backup
Informasi Lisensi
Data akun yang terdaftar
Ekspor Data
Cadangkan semua riwayat ASKEP ke file JSON.
Impor Data
Pulihkan riwayat ASKEP dari file cadangan.
Status Aplikasi (PWA)
Jadikan NurseJiwa sebagai aplikasi mandiri di perangkat Anda untuk akses lebih cepat dan dukungan offline.
Panduan Penggunaan Aplikasi NurseJiwa User Guide v1.0
Selamat Datang di NurseJiwa!
Halo! Selamat datang di NurseJiwa. Kami sangat senang Anda memilih aplikasi ini sebagai teman setia dalam perjalanan belajar maupun praktik keperawatan jiwa Anda. Kami memahami bahwa mendokumentasikan asuhan keperawatan (ASKEP) dan membuat Laporan Pendahuluan (LP) seringkali membutuhkan waktu yang sangat banyak dan menguras energi. Oleh karena itu, NurseJiwa hadir untuk menyederhanakan proses tersebut.
Meskipun aplikasi ini memiliki banyak fitur canggih, Anda tidak perlu bingung. Panduan ini dibuat khusus untuk Anda yang mungkin baru pertama kali menggunakan aplikasi sejenis ini. Mari kita pelajari bersama-sama bagaimana cara memanfaatkan NurseJiwa secara maksimal dengan langkah-langkah yang sangat mudah diikuti!
1. Memahami Halaman Dashboard (Beranda)
Saat pertama kali Anda masuk ke aplikasi, Anda akan disambut oleh halaman Dashboard. Anggap halaman ini sebagai "ruang kontrol" pribadi Anda.
- Ringkasan Data: Di bagian atas, Anda akan melihat angka-angka yang menunjukkan berapa banyak dokumen ASKEP yang telah Anda buat dan simpan. Ini membantu Anda melacak kemajuan tugas Anda.
- Akses Cepat: Kami menyediakan tombol-tombol pintas menuju fitur yang paling sering digunakan, seperti membuat LP baru atau melihat riwayat pasien, agar Anda tidak perlu mencarinya di menu samping.
2. Mengisi Pengkajian Awal Keperawatan Jiwa
Ini adalah langkah paling krusial. Pengkajian adalah proses mengumpulkan informasi tentang kondisi pasien. NurseJiwa telah membagi proses pengkajian yang panjang ini menjadi 11 bagian yang sistematis.
Cara Menggunakannya:
- Buka menu "Pengkajian Awal" dari menu samping.
- Mulailah mengisi identitas pasien. Jika Anda bingung apa yang harus diisi pada kolom tertentu, perhatikan tombol Panduan Pengisian di pojok kanan atas. Klik tombol itu untuk mendapatkan petunjuk detail.
- Setelah semua data terisi (seperti keluhan utama, riwayat stresor, dan kondisi fisik), klik tombol "Analisis Diagnosa".
- Keajaiban Sistem: Aplikasi akan otomatis membaca data yang Anda masukkan dan merekomendasikan diagnosa keperawatan yang paling cocok untuk pasien tersebut! Anda tidak perlu menebak-nebak lagi.
3. Melakukan Skrining Klinis & Status Mental (MSE)
Selain pengkajian umum, terkadang kita perlu melakukan penilaian yang lebih spesifik menggunakan alat ukur standar (skala psikometrik).
Status Mental (MSE)
Gunakan menu ini untuk mencatat penampilan pasien, pembicaraan, aktivitas motorik, alam perasaan, dan persepsi pasien saat ini. Cukup centang gejala yang Anda temukan pada pasien.
Risiko Bunuh Diri (Sad Persons)
Jika Anda mendeteksi adanya tanda-atanda keputusasaan pada pasien, segera gunakan menu ini. Jawab pertanyaan "Ya" atau "Tidak", dan sistem akan menghitung tingkat risiko bunuh diri pasien beserta tindakan darurat yang harus Anda lakukan.
Skala HARS & Skrining Lainnya
Untuk mengukur tingkat kecemasan (HARS) atau gejala depresi (PHQ-9), Anda tinggal memilih kuesioner yang sesuai, menanyakan poin-poinnya kepada pasien, dan memilih jawaban. Skor akhir akan dihitung secara otomatis.
4. Membuat LP & ASKEP dalam Hitungan Detik
Ini adalah fitur favorit para pengguna! Anda bisa menghemat waktu berjam-jam dengan fitur otomatisasi cerdas kami.
Laporan Pendahuluan (LP)
Cukup pilih jenis gangguan jiwa yang sedang Anda pelajari (misalnya: Halusinasi atau Harga Diri Rendah). Sistem akan langsung menyusun landasan teori lengkap, mulai dari pengertian, penyebab, tanda gejala, hingga strategi komunikasi terapeutik (SP 1 - SP 4).
Asuhan Keperawatan (ASKEP)
Setelah memilih diagnosa, sistem akan mengintegrasikan standar baku keperawatan Indonesia (SDKI, SLKI, SIKI). Rencana tindakan keperawatan (intervensi) akan terisi otomatis. Anda tinggal menyesuaikannya sedikit sesuai kondisi nyata pasien Anda.
5. Menggunakan Buku Saku & Referensi Klinis
Butuh panduan cepat saat sedang berada di ruangan pasien? Kami menyediakan perpustakaan mini digital:
6. Memberikan Edukasi dengan E-Psikoedukasi
Sebagai perawat, tugas kita tidak hanya merawat, tapi juga mendidik pasien dan keluarganya agar mereka paham cara merawat diri di rumah.
Di menu "E-Psikoedukasi", Anda akan menemukan materi-materi siap pakai yang ditulis dengan bahasa yang sederhana. Anda bisa membacakannya kepada keluarga pasien atau menggunakannya sebagai bahan diskusi saat penyuluhan. Materi mencakup cara mengenali gejala kambuh hingga tips mengelola stres keluarga.
7. Mengasah Kemampuan Lewat Latihan Soal
Apakah Anda sedang bersiap untuk ujian kampus atau Uji Kompetensi Nasional (UKOM)? Fitur ini adalah penyelamat Anda!
- Pilih menu "Latihan Soal".
- Tentukan berapa banyak soal yang ingin Anda kerjakan (tersedia paket 10, 25, atau 50 soal).
- Kerjakan soal dengan tenang. Setelah Anda memilih jawaban, sistem tidak hanya memberi tahu apakah Anda benar atau salah, tetapi juga memberikan Rasional (Penjelasan) yang mendalam mengapa jawaban tersebut benar. Ini adalah cara belajar yang sangat efektif!
8. Menjaga Keamanan Data & Akun Anda
Data pasien adalah rahasia. Kami sangat menghargai privasi Anda dan pasien Anda.
Di menu "Pengaturan", Anda dapat mengekspor (mendownload) semua data ASKEP yang pernah Anda buat ke dalam satu file cadangan (backup). Jika suatu saat Anda berganti HP atau laptop, Anda tinggal mengunggah file tersebut kembali agar data Anda tidak hilang.